Pages

Jumat, 19 Oktober 2012

Masih Bisakah Kita Bersama?

Posted by at 01.28
Apa yang menyamakan kita?

pencarian, perjuangan, pengorbanan
untuk sekeping kehidupan? untuk kelayakan kehidupan?

bukan untuk kita, tapi untuk mereka2 yang kita sayangi
atau,. memang kita sudah ditetapkan untuk bersama?

sekarang,.. kita punya rindu yang sama
rindu yang bijaksana, yang mampu menjawab tantangan
rindu yang penuh kebebasan, yang akan membentuk keselarasan
rindu yang benar, sebagai refleksi penyadaran diri
rindu yang sederhana, yang penuh tanggungjawab

masih bisakah kita bersama?

dalam landasan nilai yang tepat
dalam menjaga hubungan
dalam keseimbangan

atau kita sampai di sini saja?

membiarkan dan merusak
menjadi bagian dari masalah
mengabaikan kerjasama
motivasi yang tidak jelas?

mampukah kita sampai pada terminal tujuan?

memelihara dan membangun
sadar diri
berpikir sehat
dan,...punya semangat!?


mampukah kita menjawab tantangan? memeluk kebahagiaan?

Minggu, 14 Oktober 2012

Aku bukan apa-apa dan siapa-siapa

Posted by at 01.06
 aku tak pernah punya kehendak atas keberadaanku di dunia ini
aku tak pernah meminta: dimana, dalam rahim siapa, dengan keyakinan apa
aku dilahirkan
itu mengalir begitu saja,...seperti hujan turun ke bumi yg akhirnya
akan kembali lagi ke awan

seperti daun kering yang jatuh ke tanah, membusuk, menjadi humus 
dan kembali lagi ke pohon
tak ada kehendak sedikitpun dalam diriku
untuk mempengaruhi kehendak kehidupan
biarpun itu kelahiranku s
endiri...

saat perbedaan, status sosial, profesi jadi dasar kebencianmu padaku
itu kutrima sebagai tanda cintamu
karena benci dan cinta adalah satu wajah
dengan dua rasa

saat hidupku menjadi batu sandungan buatmu
maka sadarilah, itu bukan kehendakku
karena yang punya kehendak
Dialah yang empunya kehidupan ini


aku hanya bisa setia pada realitas yang datang padaku
entah itu manis, pahit, sakit, pedih kujalani...
saat aku setia pada kehidupan ini, artinya
aku harus siap tidak jadi apa-apa dan siapa-siapa
aku hanya setia pada yang Berkehendak pada hidupku ini
Dialah Gusti Yang Maha Suci....


Kalau sekarang aku merasa punya kehendak pada hidupku ini, koq aku tidak mengaca pada fitrah kelahiranku sendiri yg aku tdk bisa memilih untuk dilahirkan dimana, andai aku bisa memilih tentunya hidupku tidak seperti sekarang ini.

Hidupku kacau balau, porak poranda, tanpa harapan, duka...duka dan hanya duka, itulah realitas hari-hariku, seakan aku harus menebus kesalahanku yg dulu2 sebelum aku ada...begitu deras, kencang kepahitan ini mendera bertubi-tubi tanpa ampun.
dan aku hanya sendiri....sendiri, merasa sendiri.

Mungkin banyak yang mencibir tulisanku ini, apa sih yg baik dari hanya seorang PK?

seolah apa yang aku lakukan, yang aku katakan, yang aku tuliskan selalu salah.

mereka hanya melihat dari yang terlihat, yang terlihat sampah apa mungkin bisa membuat harum?
tapi aku sudah terbiasa dengan semua ini, tatapan miring, makian, cacian, hardikan, cibiran dari orang2 disekitarku atau tamu-2ku,
yang paling sakit, saat orang-orang yang aku topang hidupnya masih memandangku dengan sinis, seakan-akan aku ini selalu pembawa masalah, pembawa aib keluarga  Ooh Tuhan....
mereka pikir mudah mencari uang dengan profesiku seperti ini, kalau saja aku mau diajak tidur dengan tamu-tamuku mungkin uang bukanlah masalah bagiku.  tapi sekarang pesaing semakin banyak, kadang dengan persaingan2 yg tidak sehat, kadang bisa sehariaan tdk dapat penghasilan.  Kalaupun dapat penghasilan itupun aku lakukan dengan kerja keras, nemenin tamu minum alkohol, menjaga perasaan tamu2 yg punya latar belakang beda2, itu membuat miris.

Aku sadar kalo aku sakit, batuk tdk pernah bisa hilang, setiap batuk keras dan banyak beban pasti keluar darah, sebenarnya aku sadar kalo aku harus berhenti minum alkohol untuk meminimalisir rasa sakitku, tapi bagaimana mungkin dengan profesiku yg seperti ini?

banyak yang menyuruh berhenti dari profesiku yg sekarang ini tanpa memberi solusi, bagaimana?
bebanku masih tinggi, dengan 3 anak dan masih menanggung beban keluarga.
aku pernah berpikir, kalau saja aku mati, bagaimana nasib anak2ku?



aku sudah komitmen setia pada kehidupanku ini, realitas apapun yg datang padaku, kutrima dengan tulus dan apa adanya, entah itu manis, pahit, getir ataupun penuh luka.  aku mensyukuri yg sudah aku terima, anak2 yg sehat, kehidupan keluarga yg cukup, itu sudah membuat aku bersyukur, karena saat bersyukur lebih besar daripada memohon katanya kemudahan akan lebih cepat datang,...semoga.

Senin, 08 Oktober 2012

Cinta Yang Sederhana

Posted by at 04.14

cintaku, cinta yang sederhana
tidak kurang tidak lebih

cintaku, cinta yang bijaksana
tidak menyiksa diri

cintaku, cinta yang bebas
punya ruang gerak

cintaku, cinta yang benar
ada kepastian


Bicara masalah cinta selalu membuatku malu, apakah aku masih pantas mengenal cinta?
cinta membuatku serasa diawang-awang, entah karena mungkinkah aku mendapatkan ketulusan cinta...
bagiku cinta adl hal yg sederhana, mencintai anak2 n keluarga dan kembali dicintai mereka. 

'seperti bunga liar yang tumbuh ditepi jalan, harum, indah, wangi, tapi dia tidak membujuk orang untuk memandang dan menikmati indahnya itu.  Tumbuhnya, liarnya, bebasnya, indahnya, wanginya itulah cinta itulah kebebasan'

Aku yg hanyalah seorang PK di Pesona Bandungan, hanya bisa berkisah ttg cinta dalam ilusiku, dlm angan2ku tdk berani mendongak menatap Sang Cinta, pantaskah?  seringkali aku merasa begitu berbeda dengan wanita lain yg hidupnya normal, seringkali realitas yg kualami membuatku lupa bersyukur, lupa berikstifar...tapi yg kualami memang benar2 pahit.  kadangkala saat terbangun, mengapa aku harus terbangun lagi, mengapa tdk bisa kunikmati tidur yg selamanya, tidur selamanya bersama beban2ku, tidur selamanya bersama2 masalah2ku dan tidur selamanya dengan ilusi orang yg kucintai.  Mengapa mataku masih harus terbuka yg artinya aku harus menjalani kehidupan yg begitu pahit ini?

Sampai kapan aku bisa lepas dari kehidupan yg seperti ini, aku berharap Tuhan mengirimkan malaikatnya padaku dan membawaku terbang dari sini...

Ooh My God, send me an angel...

Selasa, 02 Oktober 2012

Kebahagian? Hanyalah Angan-Angan Bagiku

Posted by at 13.09
Namaku Bella, jelas bukan nama yg sebenarnya.  Dalam profesi yg aku jalani sebagai seorang PK nama asli jelas aku simpan rapat untuk alasan keamanan tentunya. tapi apalah arti sebuah nama, yg jelas jika kamu datang ke tempat karaoke pesona 1 bandungan nama bella cuma aku saja.

aku mau bicara tentang kebahagian, apa kebahagiaan itu menurutmu? pastilah akan berbeda-2 jawaban dari kamu semua karena kebahagiaan sangat relatif untuk dikatakan, tapi punya rasa yg sama saat dialami.  menurutku atau pandanganku tentang kebahagiaan sederhana saja, saat beban hidup bisa teratasi, anak2 sehat tercukupi dan punya keluarga yg harmonis itu sudah cukup membuatku bahagia, tapi apakah hanya itu?
itu baru sebatas yg terlihat saja sebagai ukuran obyektifnya, karena kebahagiaan adl masalah batin masalah yg tdk terlihat dan harus dialami. mungkin kalo saya boleh ngira-ira sebagai tanda kebahagiaan itu adl munculnya rasa gembira, damai, nyaman dst.

apa aku sudah menemukan kebahagiaanku?
kalo ukurannya adl apa yg saya sebutkan di atas, jelas rasanya apa yg saya harapkan masih dalam angan-angan, kecuali saya mempunyai 3 anak yg sehat dan lucu selebihnya hal2 yg lain masih jauh dari harapanku.
Beban hidupku begitu tinggi dengan menyukupi 3 orang anak, dan disisi lain aku masih harus menjadi tulang punggung buat keluarga.
lalu masalah keluarga yg harmonis, rasanya juga masih jauh panggang terhadap api, dalam profesiku ini suami    
mengijinkan aku bekerja seperti ini, memang karena tdk ada pilihan lagi, diapun sampe sekarang juga masih menganggur karena cari2 pekerjaan juga susah.  Konflik, friksi dalam rumah tangga bukanlah hal yg asing buatku, biarpun suami memahami pekerjaanku tapi tetap saja namanya manusia tetap saja punya hati dan ada cemburu2nya juga.  Padahal yg saya lakukan hanya sebatas jaga hubungan dan mengelola tamu2 pelangganku, memang ada pelanggan yg minta diistimewakan mungkin karena sudah kenal bertahun-2 dan akhirnya ada beberapa juga yg jatuh cinta sama aku, inilah hal2 yg sering menjadi dilema dan konflik dengan suami, disatu sisi para tamuku yg selama ini memberi pemasukan padaku tapi kalo sudah bicara masalah cinta kadang aku jadi bingung sendiri, kalo ditanggapi berarti mengingkari hati nurani, kalo gak ditanggapi mereka pada lari.  begitulah duniaku yg harus pandai2 menjaga dan mengelola perasaan tamu2ku yg punya berbagai macam karakter.

kembali ke masalah kebahagiaan, untuk yg terlihat saja rasanya masih dalam angan2 apalagi kebahagiaan yg sifatnya psikologis atau batin atau yg tak terlihat, lebih jauh lagi. karena hari2 dalam hidupku yg sering kurasakan adl tekanan perasaan, sedih, kecewa, takut, kuatir dst

kata seorang teman, 'kalo kamu ingin mendapatkan kebahagian, singkirkan hal2 yg tdk membuat kamu bahagia', sederhana ya, tapi tetap saja susah menjalaninya.

Kalo kamu yg membaca blog ini kebetulan singgah ke bandungan dan mau senang2/sing song, cari saya di pesona 1 ya, hitung2 membantu aku dalam mengatasi beban hidupku.

sampai disini dulu ya, nanti aku tulis cerita lagi ttg topik yg lain yg tentunya masih seputar hidupku yg tentunya banyak hal yg bisa saya share ke kamu.

Senin, 01 Oktober 2012

Aku hanyalah seorang PK (pemandu karaoke)

Posted by at 12.21
Biarpun aku bekerja seperti ini tapi semua kulakukan untuk keluarga terutama anak-anakku.  Aku ingin mereka menikmati kebahagian dalam kehidupannya.
Aku mempunyai 3 orang anak, kanaya, kirana dan polewali dinar, merekalah yg menjadi gairah hidupku untuk selalu kuat menjalani hidup ini, biarpun terasa berat dan kadang menyakitkan, tapi hanya inilah yg bisa aku lakukan dalam hidupku.

Aku hanya lulusan SMP, karena orang tua tdk mampu membiayai aku untuk melanjutkan sekolah akhirnya aku memutuskan untuk bekerja.  Aku pernah bekerja sebagai baby sitter, pernah jadi TKI di Malaysia sampe jadi kondukter bus demi untuk ikut membantu meringankan beban orang tua.
Aku tdk akan cerita banyak ttg perjalanan hidupku hingga aku menjadi seorang PK, terlalu sakit dan begitu pahit kalo harus aku paparkan disini.

Sekarang bebanku menjadi lebih berat dengan 3 orang anak, dan masih menjadi tulang punggung buat keluarga, sedangkan suamiku sampe saat ini masih menganggur, masih terus berusaha untuk membantu aku dalam usahanya yg masih dalam perintisan.  Apalagi kondisi kesehatanku yg terus menurun, menjadi tambah berat dalam menjalani profesiku ini yg sangat erat berhubungan dunia malam yg tentunya kalian sudah tahu segala konsekuensinya yg harus aku tanggung.

Aku jadi PK di tempat karaoke pesona 1, Bandungan.  kalau kalian ke sana pastilah akan berjumpa denganku kecuali kalo aku pas libur utk pulang kampung.  Aku hanya menemani tamu2 menyanyi dan tidak lebih.  Banyak ajakan untuk lebih daripada sekedar menemani menyanyi(tentu maksudnya tahu), tapi aku sudah komitmen untuk tdk lebih daripada itu.

Dengan profesi seperti ini yg harus aku jalani jelas menjadi beban fisik dan psikologis tentunya, yg aku terima dari orang2 seringlah pandangan miring dan cibiran, dan itu sudah menjadi makanan sehari-hari buat aku.  Semua itu tdk membuatku jadi lemah dan down karena aku masih punya cita2 untuk memberikan kebahagiaan kepada anak2ku, menyekolahkan mereka agar tidak seperti aku.  Merekalah energiku, merekalah matahariku yg selalu menyinari dan menyegarkan hidupku.

Dengan diagnosa dokter bahwa paru2ku sudah parah karena sudah sering batuk keluar darah, membuat dilema besar dalam hidupku.  Dunia minum alkohol tdk bisa aku hindari, kalo ada tamu yg mau mengerti kondisiku mereka akan memaklumi kalo aku tdk minum, tapi kalo yg tidak, mereka justru akan memaksa aku minum sebanyak mungkin dan menjadi mabuk, mereka suka melihat wanita mabuk karena mereka berpikir akan dapat keuntungan dari hal tersebut.

Dengan kondisi kesehatanku yg seperti itu, aku terus menjalani profesiku,.. mau kerja apa lagi?ditengah tuntutan kebutuhan yg luar biasa yg menjadi tanggung jawab hidupku, disisi lain aku juga masih ingin melihat anak2ku tumbuh dewasa dan aku masih ada disamping mereka.  Apakah aku masih bisa melihat dan mendampingi mereka sampai mereka dewasa kelak?
Semua kuserahkan pada Tuhan yg aku yakini berkehendak atas hidupku ini.  Apapun hidup yg aku jalani ini, aku selalu bersyukur bahwa aku masih bisa membahagiakan keluarga dan anak2ku.

Terima kasih Ya Allah...


©2012 My Blog, My Story is powered by Blogger - Template designed by Stramaxon - Best SEO Template